Sebenarnya sudah sejak hari Jumat lalu selesainya. Aku seneng-seneng banget, rasanya ploooong, secara ini UTS pertama. Kalau ditanya deg-degan ga? Iya jelas. Tapi itu hanya aku alami pada hari-hari sebelum UTS. Rasanya campur aduk, pikiran negatif melulu, masalah nilainya-soalnya-materinya trus nyampe ke masalah DO, secara di sekolahku ini (what? sekolah? Iya aku masih sekolah, di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) ada batasan-batasan tertentu dimana setiap siswa wajib mematuhi batasan itu agar tidak DO. Dan salah satunya saja, nilai, melihat hasil kuisku pertama (Metode Statistik) jeblok dan kuis kedua (Pengantar Teknologi Informatika) jeblok juga -> parah banget ya? aku mulai berpikir negatif, ini kalau aku belum apa-apa sudah penempatan di rumah (baca DO) gimana? Pasti ibu bapak kecewa, aku pasti nangis, trus jadi down banget trus ga mau makan ga mau minum ga mau mandi ga mau ngapa-ngapainlah. Trus aku ga punya temen, hidupku flat, macem-macem pikirannya.
Tapi setelah UTS pertama (aljabar linier) aku lewati, pikiranku kembali normal lagi, kembali ke jalan yang benar lagi, alhamdulillah ya. Kemudian aku berpikir, oh seperti ini UTSnya, begini modelnya, jadi aku harus begini biar nanti aku begini. Bukannya bergaya, tapi aku merasa menyesal sudah buang-buang pikiranku ke hal-hal yang negatif dan hampir setiap hal membuatku suka parno ga jelas seperti ini, sering. Akhirnya aku tanamkan ke pikiranku, jalani UTSnya dululah wi, nanti belajarnya yang maksimal trus mengerjakannya yang maksimal (mottoku : do the best and get the best) dan untuk hasilnya aku tipe orang yang percaya Allah Maha Tau mana yang terbaik buat hambaNya. Jadi, apapun hasil UTSku nanti itu adalah yang terbaik buatku, insyaAllah. Misal hasilnya jelek itu artinya aku dituntut untuk lebih giat lagi dan memaksimalkan belajarku, misal hasilnya bagus malah lebih susah karena paling tidak aku harus mempertahankannya.
Jadi ingat saat aku masih duduk di bangku SD (lho jadi kemana-mana ceritanya)
Tiap pembagian rapot aku selalu menunggu-nunggu dan penasaran dengan hasilnya, apalagi rangking yang aku peroleh. Dan yang selalu aku ingat, setiap di rapotku tertulis rangking II atau III, ada sebuah catatan dari wali kelasku, gini bunyinya, “Tingkatkan lagi prestasimu”. Berbada saat rangking I, catatan dari wali kelas hanya dua kata, “Pertahankan prestasimu”. Dua kata yang mudah di baca tapi sulit merealisasikannya, hahaha
Balik lagi ke UTS.
Apapun hasilnya besok, mengecewakan atau memuaskan, aku yakin itu adalah yang terbaik buatku, buat cambuk semangatku, dan akan aku jadikan motivasi untuk lebih baik lagi J
Tetap 53mangat :D


dewik, masih ada matika? #omaygot :P
BalasHapuscuma aku tok deh ya yg udah dadagutbay sama matika?
helooooooooo sarah *minta dilempar kelaut ni sarah
BalasHapusjurusanmu kan bahasa :s
sekolahmu kan UNYu tul :p
jd ga ada matika