Pages

Senin, 26 Desember 2011

Pulang Kampung 2


Kemarin itu hari apa ya? Oia, minggu 25 desember 2011.
Hari dimana aku harus rela merasa bahagia walau dalam hati menangis, rela tersenyum walau mata sudah berkaca-kaca, rela mengucap salam perpisahan pada orang-orang yang aku sayang walau terasa belum lama aku bersama mereka, rela dengan sigap mengemas barang-barang walau tangan ini terasa kaku.
Hanya tiga hari dua malam, singkat, berkesan dan selalu saja jadi kenangan yang mungkin tak terlupakan

Hari pertama, 23 Desember 2011 rencana dijemput sama nananina gagal, orang tua tidak mengijinkan. Sedih? Iya. Kecewa? Iya. Tetapi bagaimanapun rasa kangen dan rindu ini dapat mengubahnya. Melihat ayah berdiri di depan pintu keluar stasiun, berdiri di barisan paling pertama untuk menyambut anak gadisnya yang datang jauh dari tanah rantau di jakarta, rasa sedih dan kecewa sirna. Alhamdulillah, ayahku masih sehat.
Banyak hal kita bicarakan sepanjang perjalanan menuju rumah, tentang keluargaku yang nikah, tentang suksesnya mbakku yang telah jadi pegawai HP samsung, banyak hal yang telah terjadi. Padahal terakhir pulang baru idul adha kemarin, hehee. Sesampainya di rumah, aku teriak-teriak, “assalamualaikum”. Dari dapur muncul ibu, masih sama, sehat juga, tampak pula rambut putihnya yang mulai banyak, hihihi. Kemudian aku masuk ke dalam rumah dan mendapati adikku tersayang, Savira, sedang tiduran di kamarku. Kangenyaaa diriku dengan anak yang makin gendut itu, hahaha
(っ˘з˘)っ

Hari kedua, 24 Desember 2011. Aku berencana makan bareng dengan nananina, dia punya hutang mentraktirku makan, ayeeeeeee.. Aku datang ke rumah buleknya (Ya, dia tinggal bersama buleknya). Ceritanya mau jemput dan kita pergi bareng akan tetapi terjadi sedikit masalah, Nonik, sepupunya, rewel. Dia tidak mau ditinggal pergi, dia tidak memperbolehkan nananinaku pergi denganku, nangisnya hebat. Tapi bagaimanapun kami tetap pergi, hehehe, nakal :p
Sebelum berangkat aku dapat beberapa hadiah, ada dua bungkusan dan sepasang sarung tangan. Sarung tangan langsung aku pakai. Kemudian aku diboncengkan lewat kampusnya dan berakhir makan di warung makan deket kampusnya. Apakah aku seneng? Iya seneng banget. Nananina bilang, “hari ini, akan kubuat kau jadi cewek paling bahagia se...(terdiam dulu) sewarung makan ini”
Hahaha, tambah berbunga-bunga rasanya. Dan hari itupun berakhir. Sebelumnya, aku sempet di ajak lewat stasiun dulu, kenapa? Dia bilang mau nyaur hutangnya karena tidak bisa menjemputku, rasanya terharu. Makasih yaa (ʃƪ´⌣`)

Hari ketiga, 25 Desember 2011. Ini hari terakhir, sedikit puas, rasa kangen sedikit terobati (serba sedikit). Hari ini nananina mau maen ke rumah, dia nyuruh aku pakai apa yang ada di dalam bungkusan kadonya. Yaaa, sudah aku tebak, satu bungkusan isinya coklat dan satu lagi kaos. Kaos yang sama dengan yang dia punya, kembaran lagi deh, kayak anak panti asuhan, hahaha.
Dia sudah janji mau nganter aku ke stasiun dan memang dia menepatinya. Jam 12 siang dia sampai ke rumahku, kemudian disusul Dina (teman STISku) dan cowoknya. Kami mengobrol banyak dan makan bareng dirumahku. Yang ada hanya rasa bahagia, pokokknya aku bahagia, hahaha
Jam set6 sore aku boncengan dengan nananina bersama ayah yang berboncengan dengan adikku, kami melaju menuju stasiun. Setelah berkumpul dengan kawan-kawan akupun masuk menuju keretaku yang sudah standby sejak tadi.
Pengumuman bahwa kereta akan segera berangkat 5 menit lagi membuatku mempercepat langkah. Setelah berhasil menaruh barang ditempat yang seharusnya aku mengajak dina menuju gerbong belakang, untuk apa? Kami berlari demi melihat wajah orang-orang yang mengantarkan kami tadi (saat ini sudah tidak ada tiket peron, jadi selain pembawa tiket tidak diperbolehkan masuk)
Kami berlari dari gerbong 5 menuju gerbong 2. Apa kami malu? Tidak. Kami tidak peduli apapun.
Dan kemudian terlihatlah wajah mereka beserta senyum mereka (dalam hati mereka pasti bilang, “seperti sinetron saja”)
Tak lama kemudian kereta melaju dengan perlahan seiringan dengan menghilangnya wajah-wajah beserta senyuman orang-orang tersayang.
Selamat tinggal Jogja, insyaAllah aku akan kembali lagi, di liburan tahun depan \(˘▼˘)ง
Untuk ayah, ibu, adek, nananina, dina, ndaru, dan orang-orang yang telah bersedia meluangkan waktunya untukku aku ucapkan terima kasih (っ˘з(˘▽˘ )

Kata-kata yang akan aku ingat,
Ibu : “seandainya Jogja-Jakarta ada jembatan, pasti bisa menjembatani cinta kita” #ditujukan untukku dan Dina
Nananina : “hari ini, akan kubuat kau jadi cewek paling bahagia se...(terdiam dulu) sewarung makan ini”
#aku langsung meleleh ƪ(♥ε♥)ʃ

3 komentar:

  1. oooo, jadi pulang buat ketemu nananina ya? kamu nggak lupa sama temen kan?
    oke, fine!baiklah. dadah~

    BalasHapus
  2. yes fine! temenku pada sibuk, mau ketemu aja susah.

    BalasHapus

you can give your comment here :)