Pages

Minggu, 29 September 2013

Setangkai Mawar, Sepenggal Cerita

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum wr.wb
Selamat siang ^o^
Hari ini masih masuk dalam jajaran "my free day"

Kali ini aku mau cerita tentang kegiatanku semalam. Selaku panitia Dies Natalis ke 55 kampusku tercintah STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) terutama di sie danus (Dana Usaha) tugasku dan 9 rekanku adalah nyari duit, gampangnya gitu. Nah, semalam itu adalah malam minggu --semua orang juga tau kalii--

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami dari sie danus berjualan bunga mawaaar di malam minggu, yeeeeeee :D

Dengan beranggotakan 8 orang ( total anggota sie danus ada 10 orang, tapi 2 orang ijin karena mewakili kampus dalam OPTK) kami berkumpul di kampus terlebih dahulu. Setelah semua kumpul kemudian kami bagi menjadi 2 tim, sebut saja tim tebet 4 orang dan tim suropati 4 orang. Aku sendiri masuk dalam tim tebet (berjualan di daerah tebet, itu lhooo, daerah yang banyak warung makannya, ada distro, ada tempat karaokenya juga --anggap aja tau--)

Nah ceritaku baru akan dimulai..
Jadi saat aku dan kak Yola sedang stay cool sambil gendong bunga dipinggir jalan datanglah sesosok lelaki dari sebrang jalan. Dia dengan muka polos menyebrang jalan kemudian mendatangi kami, dan terjadilah percakapan seperi ini :

Lelaki :"berapa?"
kak Yola :"dua lima"
Lelaki :".."(membuka dompet dan mengeluarkan uang 2rb, 2rb, 1rb receh, 500 receh)

Aku dan kak Yola hanya diam, dalam hati aku ngomong "ni orang bercanda kali ya"

kak Yola : "dua puluh lima ribu kak"
Lelaki : (mulai kebingungan dengan uang receh di tangannya)
kak Yola : "kalau ga ada dua puluh aja juga gapapa"
Lelaki : (dengan muka polos) "kalau bayar dengan ringgit malaysia bisa ga?"

Pengen rasanya ketawa ngakak, ini orang beneran ngajak bercanda. Tapi setelah melihat jauh kedalam matanya *seeeeehh, mungkin ga cuma aku, kak Yolapun juga kaget, dia memang serius, dia orang Malaysia cuy!

Kemudian kami bingung, kalau dia bayar pake uang ringgit kembaliannya gimana, emangnya kita money changer -_-

Karena kami pasang tampang bingung diapun membuka tasnya dan mengambil uang lima puluh ribuan dari dalam. Fyuuuh, syukurlah dia punya uang selain ringgit dan recehan.

Transaksipun berhasil. Setelah lelaki itu pergi mata kami tak lepas dari sosoknya yang sedang menyebrang jalan. Bunga yang dia beli dibawa dia sembunyikan di belakang tubuhnya. Ternyata yang ia tuju adalah seorang cewek berjilbab yang sedang asyik mengobrol dengan kawannya. Dari belakang si cewek dia menyerahkan bunga mawar yang barusan dibeli tepat di depan muka si cewek. Sang cewek pun berbalik badan dan kemudian tersenyum, mereka saling senyum.

Aku dan kak Yola speechless, kemudian jeritan-jeritan kecil ga jelas keluar dari mulut kami. Suatu pemandangan yang so sweeeeet banget. Kayak di sinetron gitu deh, haha.
Buat orang Malaysia semalam, terima kasih sudah membeli bunga kami, semoga apapun hubungan kalian, entah pacar, entah saudara, semoga bisa tetap terjalin harmonis dan saling berbahagia ^_^

 Ini ada fotoku dan kak Yola sebelum kami berangkat ke medan tempur di Tebet.
ki-ka : aku, kak Yola

Sekian.
Wassalamualaikum wr.wb

1 komentar:

  1. hadduuuh liat bunga-bunga itu jadi inget waktu my graduation :))
    jadi kangen sama sahabat-sahabat semasa kuliah >_<
    memang banyak kenanga di balik sebuah bunga :))

    salam EPICENTRUM
    wait for visit ya kakaak :))

    BalasHapus

you can give your comment here :)