Sebenarnya ini adalah salah satu tugas 'magradika' (ospeknya STIS) tapi aku pengen share kesini :)
Pada tanggal 23-28 September 2011 kami gelombang pertama yang berjumlah 160 peserta mengikuti acara outbound yang merupakan rangkaian acara magradika. Outbound ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu Rindam Jaya di daerah Condet dan Gunung Bunder di daerah Bogor. Dari 160 peserta ini dipecah dan dibentuk tiga pleton. Pleton pertama dengan jumlah anggota 54 anak, pleton dua dengan jumlah anggota 53 anak dan pleton tiga jumalah anggota 53 anak. Aku sendiri masuk dalam pleton pertama.
Kami berangkat bersama-sama dari kampus STIS, berkumpul pada pukul 13.00 WIB. Sebelum berangkat dilakukan pengecekan barang-barang yang wajib kami bawa. Jika ditemukan barang selain yang disebutkan panitia maka barang tersebut akan disita untuk sementara. Setelah outbound barang-barang itu akan dikembalikan lagi. Barang-barang yang wajib kami bawa antara lain :
- Baju outbond dan topi outbond (disediakan kampus)
- Celana training warna gelap (minimal satu buah)
- Kaos lengan panjang hitam polos (dua buah)
- Kerudung model bergo warna hitam polos (dua buah)
- Jas hujan panjang warna biru tua
- Pas foto 4x6 hitam putih (4lembar)
- Pakaian pribadi
- Jaket
- Sarung tangan
- Kaos kaki hitam (2 pasang)
- Senter kecil/sedang dengan baterainya
- Air minum 600ml (2 botol)
- Alat tulis,buku agenda
- Rinso (1 sachet)
- Deodoran
- Uang pecahan Rp 20.000,00 (5 lembar)
- Lotion anti nyamuk
- Hand cleaner
- Tissu
- Obat-obatan pribadi
- Alat ibadah
- Handuk, sabun, sikat gigi, pasta gigi
- Sisir
- Pembalut (bagi wanita)
- Nametag magradika
Itulah barang-barang yang disebutkan panitia yang wajib kami bawa pada saat outbound. Setelah pengecekan selesai kami berangkat menuju Rindam Jaya dengan mengendarai bus dan truk tronton. Aku sendiri mendapat truk tronton.
Perjalanan menuju Rindam Jaya memakan waktu kurang lebih 20menit. Kendaraan yang kami tumpangi (bus dan truk) tidak melewati jalur kendaraan biasa tetapi melewati jalur busway, jadi bebas dari macet. Beberapa peserta yang mungkin kelelahan ataupun mengantuk tertidur selama perjalanan menuju Rindam Jaya.
Sesampainya di Rindam Jaya kami disambut oleh bapak-bapak pelatih dari Rindam Jaya. Kemudian kami melaksanakan shalat ashar dan apel. Di Rindam Jaya kami dilatih untuk berdisiplin waktu dan taat pada perintah. Segala kegiatan ada jadwal dan waktunya. Apabila kita akan menuju tempat makan, masjid, dan juga tempat dimana akan dilangsungkan kegiatan maka kami wajib untuk berbaris dengan rapi dan menyanyikan lagu sepanjang perjalanan menuju tempat-tempat tersebut.
Dari situlah kami belajar kompak dan disiplin, karena jika ada satu anggotapun yang belum hadir kami wajib menunggunya. Dan bagi yang telat hadir pasti akan merasa malu karena sudah membuat teman menunggu, sekali lagi disiplin waktu sangat dibutuhkan disini.
Di Rindam Jaya kami mendapat jatah makan 3 kali sehari dengan porsi luar biasa mengenyangkan. Kami tidak akan merasa kelaparan dengan porsi yang telah Rindam Jaya sediakan. Makanan yang kami makan juga harus habis, tidak boleh ada sisa. Kami tahu makanan yang kami sisakan atau bahkan kami buang itu adalah barang berharga bagi sebagian orang yang membutuhkan. Kami juga mendapatkan jatah ekstra puding, dua kali sehari, biasanya pada pagi hari (setelah sarapan tetapi sebelum makan siang; kurang lebih pukul 10.00 WIB) dan pada sore hari.
Kegiatan yang berlangsung di Rindam Jaya antara lain :
1. Apel pagi dan malam
2. Senam pagi
3. Materi
4. Halang rintang
Pada saat halang rintang terdapat beberapa macam pos, ada jembatan tali dua, jaring laba-laba, meluncur duduk dan juga turun tebing. Dari beberapa pos yang aku ikuti hanyalah jembatan tali dua dan jaring laba-laba. Pos meluncur duduk tidak berani aku lakukan sedangkan turun tebing aku sudah pernah melakukannya di Yogyakarta dulu. Jujur aku takut ketinggian jadi setelah mencoba sekali aku rasa itu sudah cukup.
Dalam mengikuti kegiatan halang rintang terdapat beberapa risiko, yaitu kecelakaan, bisa kaki kesleo dan mungkin lecet. Dibutuhkan kehati-hatian dari peserta agar dapat mencegah kecelakaan tersebut terjadi. Dari panitia sendiri juga telah memberitahukan bahwa peserta yang sekiranya ragu untuk melakukan halang rintang dapat menonton saja.
Kami di Rindam Jaya juga diajarkan untuk hidup rapi. Keluar dari barak, kasur dan sandal harus dalam keadaan rapi. Gantungan –gantungan harus kosong dari handuk, kerudung juga pakaian. Jika kami tidak rapi maka pihak panitia Rindam Jaya tidak segan untuk mengobrak-abrik barak kami. Dan itu sungguh tarjadi. Tapi alhamdulillah, kasur dan sandal. Bukannya sombong tapi aku memang sudah terbiasa untuk rapi, hal itu telah diajarkan oleh orang tua aku sejak aku kecil.
Tidak terasa waktu kami di Rindam Jaya telah habis, kami harus bergantian dengan anak-anak gelombang dua. Saatnya kami gelombang satu untuk berpindah menuju Gunung Bunder.
Tepatnya pada tanggal 26 September 2011 pukul 17.30 kami berangkat menuju Gunung Bunder. Perjalan menuju Gunung Bunder memakan waktu lama. Seingat aku, kami tiba di Gunung Bunder malam hari, sehingga shalat magrib pun harus kami jama’ dengan shalat isya.
Di Gunung Bunder mengingatkan aku akan kota kelahiran aku, Sleman, suasana yang sama, dingin air yang sama, sejuk udara yang sama. Hal itu membuat aku kembali rindu akan kota aku tercinta.
Bagi anak-anak yang belum terbiasa dengan udara pegunungan pasti akan merasa kedinginan. Apalagi air disana, sangat dingin sehingga mau mandi saja kami harus berpikir dua kali. Tapi semua tidak jadi masalah bagi aku. Rasanya ingin sekali kembali di kampung halaman aku.
Kegiatan yang kami lakukan di Gunung Bunder antara lain :
1. Materi
2. Outbound dengan pos-pos perlombaan
3. Halang rintang
Materi yang diberikan adalah materi survive. Kami diajari bagaimana cara bertahan dengan memanfaatkan apa yang ada di alam. Kami diberitahu tanaman apa saja yang dapat dimakan dan dapat dijadikan obat. Ada juga tanaman yang kami tidak boleh memakannya karena beracun
Pada setiap pos perlombaan kami dituntut untuk selalu kompak dengan teman kelompok. Bagaimana kami bisa memenangkan perlombaan jika kami tidak kompak? Terdapat sekitar lima pos. Pos pertama adalah lomba memasukkan bola pingpong ke dalam keranjang dengan menggunakan bambu. Pos kedua adalah menjinakkan bom, dengan seorang pemimpin dan anggota lain ditutup matanya setiapkelompok wajib memindahkan bom yang sudah diberi tali kedalam wadahnya. Pos ketiga adalah jaring laba-laba, dengan waktu sedikit kami harus berhasil memindahkan seluruh anggota kelompok melewati tiap lubang dalam jaring laba-laba, setiap anak satu lubang. Pos keempat adalah tali, kita harus masuk kedalam tali secara bergantian hingga tali itu sampai di anak yang paling ujung. Pos kelima, pos terakhir, disini kita bermain air, dengan sebuah pipa dengan banyak lubang dan terdapat bola pingpong didalamnya, kami harus mengisi air kedalam pipa dan juga menutup lubangnya hingga bola itu keluar.
Halang rintang di Gunung Bunder tidak jauh berbeda dengan di Rindam Jaya. Hanya saja disini medannya berbeda yaitu pegunungan. Dengan jalanan yang naik turun kami dituntut untuk berhati-hati. Kami juga harus mematuhi petunjuk arah jalan, kalau tidak kami bisa tersesat.
Setelah dua hari dan dua malam di Gunung Bunder kami rombongan gelombang satu akan berangat kembali menuju kampus STIS. Pada tanggal 28 September 2011 kami berangkat dari Gunung Bunder menuju STIS.
Itulah pengalaman outbound aku. Dari outbound ini aku banyak belajar tentang kedisiplinan dan kekompakan. Aku juga belajar bahwa alam telah memberikan banyak manfaat untuk kita. Aku bersyukur masih dapat menikmati keindahan alam ciptaanNya. Sekarang tugas kita adalah terus menjaganya dan jangan merusaknya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
you can give your comment here :)