Cinderella dadakan di sore hari. Mungkin itulah yang dapat menggambarkan peristiwa yang aku alami, Sabtu, 12 Februari 2011. Memang aku tak secantik Cinderella, tak serajin dia, tak seberuntung ia, dan yang paling penting aku tak punya “ibu peri”. Tapi kejadian yang membuatku jadi seperti Cinderella adalah saat sepatu kesayanganku yang sebelah kanan (bukan sepatu kaca tapi) jatuh di jalan menuju rumahku.
Jadi ceritanya berawal saat pulsek, kulihat langit utara mendung, sudah kupastikan aku akan kehujanan dan benar saja, saat memasuki wilayah Bantulan (anggap saja kalian tahu) hujan mulai menyerangku, karena intensitas bunyi (eh??) maksudku intensitas hujan yang belum begitu parah kuputuskan untuk tidak memakai mantrol. Dan di sepanjang jalan godean itu aku berdoa dalam hati “semoga hujannya ga tambah deres”. Sampai akhirnya di daerah mana gitu (aku tak tahu namanya) hujannya dereeeees banget dan gede-gede. Kemudian aku memutuskan untuk memakai mantrol. Nah, di saat itulah aku juga melepas sepatuku, karena tergesa-gesa aku lupa menaruhnya di jok, aku hanya menaruhnya di belakang punggungku diantara tas dan punggungku. Hingga sampai di rumah aku baru sadar ternyata sepatuku jatuh sebelah T.T
Kalau Cinderella bisa dapat sepatunya kembali plus dapat pangeran tampan akankah hal yang sama terjadi padaku? Hahahaha, ngimpi kalee..
Dan ternyata, Minggu, 13 Februari 2011, saat mau pergi ke warnet bersama adek, kita menemukan sepatuku tergeletak di pinggir jalan :D dan parahnya itu jalan deket rumah.
Hmm, tidak jadi dapat pangeran deh ;p


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
you can give your comment here :)